
BANDUNG – Rangkaian kegiatan Siliwangi Santri Camp (SSC) Tahun 2026 resmi berakhir pada Minggu (19/4). Acara yang digelar di Markas Komando Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung ini sukses menggembleng 1.000 santri asal Jawa Barat dan Banten selama tiga hari penuh.
Danrindam III/Siliwangi, Brigadir Jenderal TNI Bagus Budi Adrianto, yang hadir mewakili Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, santri adalah garda terdepan dalam merawat toleransi dan menangkal paham radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Jangan mudah diadu domba oleh provokator. Kita harus tetap solid menjaga keutuhan NKRI. Santri harus bijak menyikapi informasi dan menjaga keberagaman dengan pemikiran yang jernih,” tegas Brigjen Bagus dalam sambutannya.

Selain mendapatkan materi wawasan kebangsaan dan kedisiplinan militer, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi pesantren. Hal ini bertujuan agar santri tidak hanya kuat secara karakter, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Kegiatan SSC 2026 ditutup dengan pemberian sertifikat Bela Negara kepada para peserta. Keberhasilan program ini menjadi evaluasi positif bagi Kodam III/Siliwangi untuk menyelenggarakan kegiatan serupa dengan durasi yang lebih panjang dan kualitas yang lebih ditingkatkan di masa mendatang.








