
Daftar isi: [Hide]
MINA,— Sebanyak 132 ribu jemaah haji asal Indonesia secara resmi memutuskan untuk mengambil pilihan Nafar Awal dan mulai bergerak meninggalkan tenda-tenda pemukiman di kawasan Mina menuju Kota Mekkah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026). Pergerakan massal ini terjadi setelah para jemaah menyelesaikan kewajiban mabit (bermalam) serta ritual melontar tiga jumrah pada tanggal 12 Zulhijjah.
Berdasarkan data statistik dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, jumlah jemaah yang mengambil opsi Nafar Awal pada musim haji kali ini mendominasi, yakni mencapai 68 persen dari total keseluruhan jemaah haji Indonesia.
Pola mobilisasi massal ini terpantau sudah mulai bergulir padat sejak pukul 06.00 waktu setempat. Ratusan armada bus maktab disiagakan secara linier di sekitar lingkar luar tenda pemukiman jemaah guna mengangkut rombongan beserta barang bawaannya menuju hotel akomodasi masing-masing di Mekkah.
Harus Keluar Sebelum Matahari Terbenam
Proses pemulangan jemaah haji dari kawasan Mina menuju Mekkah ini dipacu dengan target waktu yang cukup ketat. Sesuai dengan aturan ketentuan fikih perhajian, seluruh jemaah yang berniat mengambil Nafar Awal diwajibkan sudah melintasi batas luar wilayah geografi Mina sebelum matahari terbenam atau memasuki waktu maghrib.
Wakasatgas Mina 2026, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa ketepatan waktu dalam proses pendorongan jemaah ini menjadi faktor penentu krusial. Jika ada rombongan jemaah yang masih tertahan di dalam area Mina saat matahari terbenam, maka status kelayakan Nafar Awal mereka otomatis gugur.
“Pemberangkatannya kami maksimalkan berjalan konstan hingga sore hari sebelum terbenamnya matahari. Aturannya jelas, jika hingga maghrib jemaah belum berhasil keluar dari batas wilayah Mina, mereka wajib hukumnya untuk kembali melanjutkan mabit di tenda dan beralih mengambil keputusan Nafar Tsani. Artinya, mereka harus mengulang prosesi melempar tiga jumrah lagi pada esok hari di tanggal 13 Zulhijjah,” urai Zaenal Muttaqin di Mina.
Guna mengantisipasi terjadinya keterlambatan akibat potensi penumpukan volume kendaraan di jalur perlintasan utama, tim Satgas Kesiapan Transportasi PPIH terus melakukan koordinasi berlapis. Petugas disiagakan penuh di setiap titik persimpangan jalan keluar Mina guna memastikan pergerakan bus maktab pembawa jemaah haji Indonesia gelombang Nafar Awal dapat meluncur taktis, aman, dan selamat tiba kembali di pemukiman maktab Mekkah sebelum waktu maghrib tiba.







