
Bandung, – SDN 194 Sukajadi Kota Bandung kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan melalui penyelenggaraan Expo Kokurikuler bertajuk “Sampah Tanpa Ampas”, sebuah kegiatan edukatif yang mengintegrasikan pembelajaran, kreativitas, seni budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Mengusung tema “Sampah Tanpa Ampas”, kegiatan ini lahir dari sebuah pemikiran sederhana bahwa setiap benda yang dianggap tidak lagi bernilai sesungguhnya masih memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Filosofi tersebut sejalan dengan semangat pendidikan karakter yang saat ini dikembangkan di lingkungan sekolah, yaitu membentuk generasi yang kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Tema “Sampah Tanpa Ampas” memiliki makna bahwa tidak ada sampah yang benar-benar menjadi limbah apabila dikelola dengan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian. Sampah dapat menjadi media pembelajaran, karya seni, sumber ekonomi, hingga sarana untuk membangun kesadaran sosial dan budaya lingkungan bagi generasi penerus bangsa.

Melalui kegiatan expo ini, SDN 194 Sukajadi mengajak seluruh peserta didik untuk memahami pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan lingkungan tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai aktivitas kreatif yang memberikan pengalaman belajar secara langsung.
Kegiatan Expo Kokurikuler ini menghadirkan berbagai penampilan dan karya siswa yang menjadi hasil implementasi *8 Dimensi profil lulusan dan 7 KAIH (Kebiasaan anak Indonesia Hebat)* dan pembelajaran kokurikuler di sekolah. Berbagai rangkaian acara disuguhkan untuk mengembangkan potensi peserta didik, di antaranya penayangan film pendek karya siswa, pertunjukan drama, seni tari, pertunjukan musik dan menyanyi, serta berbagai eksperimen sederhana yang mengangkat tema lingkungan dan kreativitas.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta rasa percaya diri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan inovatif.
Tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas peserta didik, Expo Kokurikuler juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, serta media massa dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Dukungan dari berbagai media lokal di Kota Bandung, seperti Ardan FM 105.9, BRadio 95.6 FM, dan Cakra FM 90.5, menjadi bentuk sinergi yang diharapkan mampu memperluas penyebaran pesan positif tentang pentingnya pendidikan lingkungan kepada masyarakat luas. Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata bahwa upaya menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan Expo Kokurikuler “Sampah Tanpa Ampas” juga menjadi implementasi nyata dari visi SDN 194 Sukajadi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, ramah anak, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman langsung, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai generasi penerus bangsa.
Semangat yang diusung dalam kegiatan ini dirangkum dalam slogan:
“Berkarya, Berbagi, Berdampak.”
Berkarya berarti terus menciptakan inovasi dan solusi melalui kreativitas. Berbagi berarti menyebarkan ilmu, kepedulian, dan inspirasi kepada sesama. Berdampak berarti menghadirkan perubahan positif yang memberikan manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan lingkungan hidup.
Melalui Expo Kokurikuler “Sampah Tanpa Ampas”, SDN 194 Sukajadi berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari gaya hidup dan karakter yang harus dibangun sejak dini. Dengan semangat gotong royong, kreativitas, dan kolaborasi, setiap anak diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masa depan bangsa.
“Mari kita ubah sampah menjadi berkah, kreativitas menjadi karya, dan kepedulian menjadi aksi nyata demi bumi yang lebih lestari.”
#SampahTanpaAmpas
#ExpoKokurikulerSDN194
#SekolahPeduliLingkungan
#BerkaryaBerbagiBerdampak







