BANDUNG,– Para perajin tahu di Kota Bandung, Jawa Barat, kini tengah berada di ambang kesulitan. Meroketnya harga bahan baku kedelai impor selama tiga bulan terakhir memaksa mereka mengambil langkah ekstrem dengan menaikkan harga jual produk ke pasaran.

Langkah menaikkan harga ini terpaksa diambil demi menjaga keberlangsungan produksi. Namun, kebijakan tersebut justru berdampak buruk pada tingkat penjualan yang menurun secara signifikan.

Harga Tahu Tembus Rp10.600

Galih, salah seorang perajin tahu di Bandung, mengungkapkan bahwa harga satu papan tahu yang biasanya dibanderol Rp8.000, kini terpaksa dijual seharga Rp10.600. Kenaikan sebesar Rp2.600 tersebut dirasa sangat berat bagi konsumen tingkat rumah tangga maupun pedagang kecil.

“Kami tidak punya pilihan lain. Kedelai impor harganya terus naik selama tiga bulan ini. Dampaknya terasa sekali, penjualan anjlok sampai 50 persen karena pembeli merasa keberatan,” ujar Galih, Jumat (10/4/2026).

Prediksi Harga Terus Melambung

Situasi kian mencekam karena perajin memprediksi harga kedelai belum mencapai titik puncaknya. Ada kekhawatiran harga bahan baku tersebut masih akan terus bergerak naik mengikuti fluktuasi pasar global dan nilai tukar mata uang.

Saat ini, para perajin hanya bisa berharap adanya intervensi dari pemerintah, baik melalui subsidi kedelai maupun regulasi harga di tingkat importir. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan banyak rumah produksi tahu skala kecil di Bandung akan gulung tikar.

READ  Dihantam Anomali Cuaca, Petani di Tarogong Kaler Garut Keluhkan Tanaman Membusuk dan Gagal Panen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search