
Daftar isi: [Hide]
BANDUNG,– Kenaikan harga plastik di tingkat konsumen ternyata berakar dari krisis bahan baku di tingkat produsen. Di Kota Bandung, Jawa Barat, para pengusaha pengolahan plastik mulai merasakan dampak serius dari melambungnya harga biji plastik yang mencapai lebih dari 100 persen.
Selain harga yang meroket, stok biji plastik di pasar lokal maupun impor dilaporkan kian terbatas. Hal ini memaksa produsen untuk menyesuaikan harga jual secara drastis dalam waktu singkat.
Harga Diprediksi Terus Naik

Galih, salah seorang produsen plastik di Bandung, menjelaskan bahwa situasi saat ini sangat memberatkan operasional pabrik. Menurutnya, fluktuasi harga bahan baku terjadi hampir setiap hari dengan tren yang selalu meningkat.
“Harga biji plastik naiknya sudah lebih dari 100 persen dari harga normal. Masalahnya bukan cuma mahal, tapi barangnya juga susah didapat. Kami prediksi harga akan terus bergerak naik dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Galih saat ditemui di pabriknya, Selasa (7/4/2026).
Dampak ke UMKM

Kenaikan di tingkat hulu ini secara otomatis akan membebani masyarakat luas, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggunakan plastik sebagai kemasan produk. Jika bahan baku terus melambung, dikhawatirkan akan terjadi kenaikan harga pada berbagai komoditas yang menggunakan kemasan plastik.
Hingga saat ini, para produsen hanya bisa berharap rantai pasok biji plastik kembali normal dan ada kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga bahan baku industri tersebut.








