BANDUNG,– Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak signifikan pada harga logam mulia dan perhiasan di Kota Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan pantauan pada Rabu (6/5/2026), harga emas di sejumlah toko perhiasan terpantau mengalami tren kenaikan secara konsisten selama tujuh hari terakhir.

Di kawasan pusat perdagangan emas Jalan Kosambi, para pemilik toko mengonfirmasi adanya lonjakan harga. Buana Tanujaya, pemilik Toko Emas Buana, menyebutkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh dinamika pasar global dan melemahnya kurs rupiah.

Warga Manfaatkan Momen untuk ‘Profit Taking’

Menariknya, tingginya harga emas justru memotivasi warga untuk menjual kembali aset mereka. Fenomena ini dimanfaatkan sebagai momen untuk meraup keuntungan dari investasi jangka panjang yang telah dilakukan bertahun-tahun silam.

Hj. Tintin Sumarli, salah seorang warga Bandung, mengaku terkejut dengan nilai jual emasnya saat ini. “Saya menjual perhiasan seberat 31 gram yang dibeli 13 tahun lalu seharga Rp17 juta. Hari ini laku terjual Rp46,5 juta. Kenaikannya sangat terasa,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Emas Perhiasan Tetap Diminati

Selain sebagai pelindung nilai aset (hedging), emas dalam bentuk perhiasan tetap menjadi pilihan utama kaum ibu di Bandung. Iin Wahyu, seorang konsumen, menyatakan bahwa nilai estetika emas yang bisa dipakai sehari-hari menjadi nilai tambah dibandingkan emas batangan.

“Selain buat tabungan masa depan, perhiasan emas bisa dipakai dan nantinya bisa diwariskan ke anak cucu. Jadi manfaatnya ganda,” ujar Iin.
Meski kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian, masyarakat diimbau untuk tetap cermat dalam memantau harga pasar jika ingin melakukan transaksi emas dalam jumlah besar.

READ  CIPS Dorong Regulasi Gig Economy yang Lebih Tepat Sasaran di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search