BANDUNG, – Proyek transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya resmi memasuki tahap konstruksi pada April 2026. Proyek ambisius ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas kemacetan kronis di wilayah Cekungan Bandung.

BRT Bandung Raya direncanakan menjadi tulang punggung transportasi terintegrasi yang menghubungkan lima wilayah, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Transformasi Terminal Menjadi Depo Modern

Sebagai bagian dari tahap awal pembangunan, petugas telah memulai proses clearing atau pembersihan lahan di Depo Leuwipanjang. Selain itu, Terminal Cicaheum juga masuk dalam skema penataan besar-besaran untuk disulap menjadi depo utama pendukung operasional armada.

“Konstruksi sudah dimulai dengan penyiapan lahan depo. Ini adalah langkah serius pemerintah untuk menghadirkan kepastian layanan bagi masyarakat,” ujar Bagus Gesit Sugesti, PPK Pembangunan Sistem Angkutan Umum Massal, Kamis (16/4/2026).

Keunggulan Jalur Khusus

Salah satu keunggulan utama BRT ini adalah adanya lajur khusus (dedicated lane) yang tidak tercampur dengan kendaraan pribadi. Selain itu, bus akan mendapatkan prioritas di setiap persimpangan yang dilengkapi lampu lalu lintas pintar, sehingga waktu tempuh lebih singkat dan jadwal perjalanan menjadi lebih pasti.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selain mempermudah mobilitas, proyek yang didanai melalui skema kerja sama internasional ini diprediksi akan membuka lapangan kerja baru di sektor operasional dan pemeliharaan armada.
Dengan tarif yang terencana tetap terjangkau dan kapasitas angkut yang tinggi, BRT Bandung Raya ditargetkan mampu menarik minat warga untuk mulai beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.

READ  Era Baru BRT, Operasional Bus Terminal Cicaheum Mulai Dialihkan ke Leuwipanjang secara Bertahap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search