
Daftar isi: [Hide]
BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung resmi memulai proses pengalihan operasional bus Antarkota di Terminal Cicaheum menuju Terminal Leuwipanjang pada April 2026. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi Depo Utama Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.
Pantauan di lokasi menunjukkan penurunan aktivitas bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Sejumlah perusahaan otobus (PO) besar seperti PO Budiman, Sinar Jaya, dan Sugeng Rahayu telah memulai migrasi layanan keberangkatan mereka.
Integrasi Transportasi Modern

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menjelaskan bahwa pemindahan ini dilakukan secara sistematis pasca-masa angkutan Lebaran 2026. Tujuannya adalah untuk memusatkan layanan bus jarak jauh di Terminal Leuwipanjang yang memiliki fasilitas lebih modern dan terdigitalisasi.
“Kami menjamin proses transisi ini tidak akan mengganggu kenyamanan penumpang. Koordinasi dengan operator bus terus dilakukan agar jadwal keberangkatan tetap akurat meskipun titik kumpul berpindah,” ujar Asep, Jumat (17/4/2026).
Solusi Kemacetan Jalur Timur

Alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo BRT dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi volume kendaraan besar di jalur padat Bandung Timur. BRT Bandung Raya sendiri nantinya akan menggunakan Cicaheum sebagai basis operasional untuk melayani koridor-koridor utama di wilayah Cekungan Bandung.
Dengan adanya depo BRT di Cicaheum, diharapkan sistem transportasi publik di Kota Bandung akan menjadi lebih tepat waktu, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus menjadi standar baru layanan transportasi di Jawa Barat.







