
Daftar isi: [Hide]
BANDUNG, – Keteguhan hati membawa Halimah (A. Sudjangi), seorang pedagang bakso tahu asal Kota Bandung, menuju impian terbesarnya. Setelah menanti selama 12 tahun sejak pendaftaran pertamanya pada 13 Juni 2014, ia kini bersiap bertolak ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Halimah menceritakan bahwa niat berhaji ini bermula dari kesepakatan bersama mendiang suaminya. Sehari-hari, mereka bahu-membahu berjualan bakso tahu dan menyisihkan sebagian kecil keuntungan untuk ditabung ke rekening haji.
Cobaan Berat dan Semangat yang Tak Padam

Ujian berat menghampiri pada tahun 2021 ketika sang suami meninggal dunia. Padahal, saat itu semua administrasi pembiayaan sudah hampir rampung. Berdasarkan aturan, kursi keberangkatan sang suami pun dilimpahkan kepada anak pertamanya, Mutia Salsabila.
Pasca-kepergian tulang punggung keluarga, Halimah tidak menyerah. Demi menghidupi empat anaknya dan mencukupi bekal keberangkatan, ia bekerja serabutan sebagai pengasuh anak tetangga hingga buruh di usaha konveksi.
“Untuk tambahan bekal, saya juga menjual barang-barang yang bisa dijual, termasuk perhiasan,” ungkap Halimah dengan nada haru, Selasa (21/4/2026).
Berangkat Bersama Putri Sulung

Sang anak, Mutia Salsabila, mengaku tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan luar biasa ini. Ia telah mempersiapkan fisik dan mental untuk mendampingi sang ibu selama beribadah di Mekah dan Madinah.
Kisah Halimah menjadi pengingat bahwa profesi apa pun tidak menjadi penghalang untuk bertamu ke rumah Allah, asalkan disertai dengan niat yang tulus dan ikhtiar yang tiada henti.







