
Daftar isi: [Hide]
BANDUNG,– Warga dan pelaku usaha di Kota Bandung kini harus menghadapi kenyataan pahit terkait melambungnya harga kantong plastik. Dalam satu bulan terakhir, harga komoditas plastik di pasar-pasar tradisional Kota Bandung dilaporkan naik signifikan hingga menyentuh angka 100 persen.
Berdasarkan penelusuran, meroketnya harga ini dipicu oleh gangguan logistik global akibat konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah. Hal tersebut berdampak pada terhambatnya pengiriman bahan baku plastik impor, yang mengakibatkan kelangkaan stok di pasar domestik.
Momen Reduksi Sampah
Menanggapi gejolak harga tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta masyarakat untuk tidak panik namun mulai mengubah gaya hidup. Menurutnya, ini adalah momentum yang tepat bagi warga Bandung untuk lebih disiplin dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan wadah yang dapat digunakan berulang kali (reusable). Bawa tas belanja sendiri dari rumah. Selain lebih hemat karena harga plastik sedang mahal, ini juga kontribusi nyata kita untuk lingkungan,” ujar Farhan, Senin (13/4/2026).
Dampak ke UMKM

Kenaikan harga ini sangat dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama pedagang makanan yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Pemkot Bandung berharap dengan beralihnya pola konsumsi masyarakat, beban biaya kemasan yang ditanggung pedagang juga dapat berkurang.
Langkah mitigasi ini diharapkan menjadi solusi sementara yang berkelanjutan demi menjaga stabilitas ekonomi warga sekaligus menekan volume sampah plastik di Kota Bandung yang kian hari kian meningkat.








