
Daftar isi: [Hide]
BANDUNG,– Memasuki bulan Mei 2026, sejumlah komoditas di pasar tradisional Kota Bandung terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Dua komoditas yang paling disoroti warga adalah cabai rawit merah dan plastik kemasan.
Di Pasar Kosambi, Bandung, harga cabai rawit merah mengalami lonjakan tajam hanya dalam waktu dua hari terakhir. Saat ini, harga per kilogram mencapai Rp80.000, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp60.000.
Pasokan Distributor Berkurang
Elly, salah seorang pedagang cabai di Pasar Kosambi, mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari tingkat distributor. “Barangnya sedang sulit didapat. Karena kiriman dari distributor berkurang, otomatis harga modal dan jual kami ikut naik,” ujarnya pada Selasa (5/5/2026).
Harga Plastik Bebani UMKM
Selain bahan pangan, kenaikan harga plastik kemasan juga menjadi keluhan utama, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Harga berbagai jenis plastik tercatat naik antara 30 hingga 50 persen.
Ali, pedagang plastik, menyebutkan bahwa kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren harga pasca-Hari Raya Idul Fitri yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. “Banyak pedagang makanan yang mengeluh karena plastik adalah kebutuhan pokok mereka untuk berjualan. Jika harganya konsisten mahal, mereka terpaksa mengurangi margin keuntungan,” jelas Ali.
Harapan Intervensi Pemerintah
Meningkatnya harga kebutuhan operasional dan bahan dapur ini membuat warga berharap Pemerintah Kota Bandung segera melakukan langkah antisipasi, seperti operasi pasar atau pengecekan jalur distribusi. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat agar tidak semakin menurun.







