BANDUNG,– Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) terus memperkuat kompetensi personelnya dalam memahami dinamika ekonomi makro. Pada Senin (4/5/2026), para peserta didik angkatan ke-75 menggelar Kuliah Kerja Profesi (KKP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Fokus Pengawasan Distribusi dan Pangan

Dalam diskusi kelompok terarah tersebut, sorotan utama tertuju pada pengawasan rantai distribusi barang kebutuhan pokok. Sinergi ini dianggap krusial untuk mencegah praktik penimbunan maupun hambatan distribusi yang sering memicu lonjakan harga pangan.

“Kolaborasi ini sangat penting. Kita ingin memastikan distribusi barang berjalan lancar tanpa gangguan, termasuk mencegah masuknya barang-barang ilegal yang dapat merugikan pelaku usaha lokal,” tulis perwakilan Disperindag Jabar dalam pemaparannya.

Mencetak SDM Aparat yang Adaptif

Pihak Sespimmen Polri menekankan bahwa perwira Polri masa depan harus memiliki literasi ekonomi yang baik. Memahami mekanisme pasar akan memudahkan aparat dalam mendeteksi dini potensi konflik sosial yang dipicu oleh isu ekonomi, seperti kelangkaan bahan pokok.

Diharapkan, melalui kolaborasi lintas sektor ini, pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan iklim usaha yang aman dan harga yang stabil, kesejahteraan masyarakat luas dapat lebih terjamin.

READ  Imbas Krisis Global, Harga Plastik di Bandung Naik 100 Persen, Wali Kota Ajak Warga Beralih ke Wadah Reusable

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search