CIREBON – Perjuangan Machmudah (62), seorang pedagang rujak ulek sayur asal Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengundang decak kagum. Ketekunannya menabung selama 16 tahun dari sisa hasil jualan yang tidak menentu akhirnya membuahkan hasil manis: tiket menuju Tanah Suci.

Machmudah mulai menyisihkan uang secara mandiri sejak tahun 2010. Setiap hari, ia mewajibkan diri untuk menabung, meski jumlahnya sering kali hanya dua ribu atau lima ribu rupiah. Uang tersebut ia kumpulkan dari sisa keuntungan berjualan rujak sayur seharga ribuan rupiah per porsi.

“Kadang nabung sedikit, kalau ada lebih ya tujuh puluh ribu. Pokoknya setiap hari harus ada yang masuk tabungan. Sambil mengulek bumbu, saya selalu berdoa supaya bisa dipanggil ke Mekkah,” ujar Machmudah sambil berkaca-kaca.

Perjalanannya tidak mudah. Machmudah harus membagi penghasilannya untuk kebutuhan harian empat anaknya, termasuk biaya pondok pesantren. Di sisi lain, suaminya terpaksa berhenti membantu berdagang karena faktor kesehatan. Namun, tekad Machmudah justru semakin kuat.

Setelah mendaftarkan diri secara resmi pada 2013 dan terus menabung hingga lunas di tahun 2025, Machmudah dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada 19 Mei 2026. Kini, ia tengah sibuk mempersiapkan perbekalan sederhana dan obat-obatan. Kisah Machmudah menjadi bukti nyata bahwa kejujuran, kerja keras, dan doa yang tak putus adalah kunci untuk meraih mimpi setinggi apa pun.

READ  Pesona Situgunung Sukabumi, Jembatan Gantung dan Lembah Purba Jadi Magnet Ribuan Wisatawan di Libur Lebaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search