BANDUNG – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat terus mematangkan langkah strategis dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan bangsa. Melalui pembekalan intensif, puluhan kader muda dari berbagai daerah digembleng dalam Kursus Pengelola Dewan Kerja Kwarda Jawa Barat Tahun 2026.

​Kegiatan yang digelar di Graha Kwarda Jabar, Sabtu (24/10/2026) tersebut, menjadi wadah pengkaderan penting bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega agar memiliki kapasitas manajerial serta jiwa kepemimpinan yang tangguh.

​Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat, Baim Setiawan menegaskan, pembinaan ini merupakan investasi jangka panjang organisasi untuk melahirkan figur pemimpin muda yang siap menjawab tantangan zaman.

​”Pemimpin itu tidak bisa lahir begitu saja, tapi harus betul-betul disiapkan. Kami mempersiapkan generasi muda Pramuka Penegak dan Pandega berusia 16 hingga 25 tahun agar ke depan menjadi pemimpin-pemimpin yang baik,” ujar Baim di sela kegiatan.

​Menurut Baim, keterlibatan aktif dalam kepramukaan harus membawa dampak kemanfaatan nyata—paling tidak bagi diri sendiri, maupun bagi lingkungan masyarakat luas. Sebab itu, kader Pramuka dituntut untuk selalu menunjukkan kualitas dan keteladanan di manapun kelak mereka berkiprah.

​”Mau menjadi politisi, birokrat, atau pengusaha, kader Pramuka harus memberikan contoh terbaik. Harus berkualitas, jangan sampai menjadi percobaan,” tegasnya.

​

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa proses pembinaan generasi muda perlu didesain secara matang dan terarah. Hal ini penting agar para kader tidak gagap ketika nantinya terjun di dunia pemerintahan, politik, maupun dunia usaha.

​”Harus betul-betul disiapkan, diciptakan, dan didesain agar kader Pramuka menjadi profesional dan memberikan yang terbaik bagi bangsa,” tambahnya.

Ia berharap, lewat konsolidasi dan pelatihan yang melibatkan seluruh kabupaten/kota ini, proses pengkaderan serta regenerasi kepemimpinan Pramuka di tatar pasundan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

READ  Konstruksi BRT Bandung Raya Dimulai, Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang Disiapkan Jadi Depo Utama

​”Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar bersama dalam mencetak kader bangsa yang profesional, berintegritas, serta berkualitas tinggi,” kata dia.

Ketua Dewan Kerja Daerah Jawa Barat Bahari Hidayat mengatakan Kursus Pengelola Dewan Kerja ini bukan sekadar peningkatan kapasitas organisasi, tetapi menjadi ikhtiar strategis dalam menyiapkan pemimpin muda yang mampu menjadi penggerak perubahan.

“Kami sedang mencetak para pencetak. Menyiapkan kader-kader yang kelak mampu melahirkan lebih banyak pemimpin, menghadirkan inovasi, serta menggerakkan potensi generasi muda di daerahnya masing-masing,” kata dia.

Ia berharap Dewan Kerja Cabang se-Jawa Barat tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga tampil sebagai promotor inovasi kepemudaan, pelopor kolaborasi, dan penggerak kebermanfaatan di masyarakat.

“Karena bagi kami, keberhasilan Dewan Kerja bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari besarnya dampak yang dihadirkan. Bukan sekadar tumbuh menjadi hebat, tetapi tumbuh untuk menjadi berarti,” pungkasnya.

​Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 81 peserta dari 27 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Jawa Barat. Mereka merupakan utusan terbaik dari unsur Dewan Kerja Cabang (DKC) dan Dewan Kerja Ranting (DKR) yang diproyeksikan menjadi tulang punggung kepemimpinan di wilayahnya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search