
Daftar isi: [Hide]
MADINAH,– Keteguhan niat mampu menembus batas usia. Hal ini dibuktikan oleh Mardijiyono, seorang jemaah haji asal Bantul, Yogyakarta, yang resmi menyandang status sebagai jemaah haji tertua Indonesia pada musim haji tahun 2026. Di usianya yang telah menyentuh 103 tahun, Mardijiyono akhirnya menginjakkan kaki di Kota Madinah, Arab Saudi, Senin (4/5/2026).
Kedatangan kakek yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini disambut dengan suasana haru oleh petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Mengingat kondisi fisiknya yang sudah sangat senja, petugas dengan sigap membantu mobilisasi Mardijiyono dengan cara menggendongnya saat turun dari bus menuju lobi hotel.
Semangat Ibadah yang Tak Padam

Meskipun bicaranya sudah pelan, binar kebahagiaan terlihat jelas di mata Mardijiyono. Ia mengaku sangat bersyukur penantian panjangnya untuk bisa beribadah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram akhirnya terwujud.
“Alhamdulillah, kulo (saya) senang sekali bisa sampai di tanah suci. Cita-cita saya hanya ingin ibadah dengan tenang di sini,” ujarnya singkat.
Pendampingan Ekstra Petugas

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa keselamatan jemaah lansia seperti Mardijiyono menjadi prioritas utama selaras dengan tagline “Haji Ramah Lansia”. Tim kesehatan dan petugas sektor diperintahkan untuk melakukan pengawasan melekat.
“Kondisi kesehatan Pak Mardijiyono akan terus dipantau secara berkala oleh tim medis. Kami memastikan beliau mendapatkan layanan terbaik agar tetap fit hingga puncak haji nanti,” jelas Khalilurrahman.
Kisah Mardijiyono kini menjadi oase inspirasi bagi para tamu Allah lainnya. Keberhasilannya berangkat haji di usia lebih dari satu abad membuktikan bahwa selama ada niat, usaha, dan doa yang kuat, tidak ada yang tidak mungkin atas izin Sang Pencipta.








