SUKABUMI,– Objek wisata Konservasi Penyu di Pantai Pasir Putih Pangumbahan, Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, mencatatkan lonjakan pengunjung yang signifikan pada momen libur panjang (long weekend), Sabtu (4/4/2026) hingga Selasa (7/4/2026). Tercatat, sekitar sembilan ribu wisatawan memadati kawasan tersebut untuk menikmati atraksi edukasi pelestarian lingkungan.

Pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara. Mereka tertarik dengan pengalaman interaktif melihat penyu hijau (Chelonia mydas) dan mengikuti pelepasan tukik ke laut lepas.

Wisata Berbasis Edukasi

Koordinator Satpel Penyu Pangumbahan, Mahardika Zarhan Kristanto, menjelaskan bahwa pengelolaan wisata di kawasan ini difokuskan pada prinsip konservasi berkelanjutan. Pengunjung mendapatkan wawasan tentang pentingnya menjaga ekosistem laut melalui ruang edukasi yang tersedia.

“Kami ingin setiap pengunjung yang datang pulang dengan pemahaman baru tentang peran vital penyu bagi keseimbangan lingkungan,” ujar Mahardika.

Aturan Ketat Demi Kelestarian

Meski menjadi primadona swafoto karena hamparan pasir putihnya yang eksotis, pihak pengelola melarang pengunjung untuk berenang di area tertentu. Hal ini dilakukan guna memastikan habitat pendaratan penyu untuk bertelur tetap terjaga dan tidak terganggu oleh aktivitas manusia.

Salah satu pengunjung asal Bandung, Sendi Susanti, mengaku terkesan dengan pengelolaan wisata di Pangumbahan. Menurutnya, pengalaman melihat langsung bayi penyu menuju laut merupakan sarana pembelajaran yang sangat baik bagi anak-anak dan keluarga.

Pantai Pangumbahan kini terus dikembangkan sebagai salah satu destinasi ekowisata terbaik di Jawa Barat yang menggabungkan keindahan alam dengan misi pelestarian lingkungan hidup.

READ  Hormati Jasa Pahlawan, Pangdam III Siliwangi Serahkan Bantuan Bedah Rumah bagi Veteran di Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search