BANDUNG, INFORINNEWS – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat resmi memenuhi panggilan DPRD Provinsi Jawa Barat pada Senin sore (30/03/2026). Pemanggilan ini bertujuan untuk mengklarifikasi karut-marut pengelolaan Bandung Zoo (Kebun Binatang Bandung) sekaligus mengungkap penyebab pasti kematian dua anak harimau Benggala yang baru-baru ini terjadi.

Pertemuan tertutup yang berlangsung di Gedung Dewan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Agenda utama pembahasan berfokus pada nasib ratusan satwa pasca dicabutnya hak pengelolaan dari yayasan sebelumnya.

Kepastian Nasib Satwa Dilindungi

DPRD Jabar menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memegang tanggung jawab penuh atas pengelolaan Bandung Zoo hingga 6 Mei 2026 mendatang. Ono Surono menekankan agar Pemkot segera menentukan nasib satwa, terutama jenis yang dilindungi.
“Pemkot harus segera menentukan apakah satwa-satwa ini akan tetap di Bandung Zoo atau dievakuasi ke lembaga konservasi lainnya di Jawa Barat. Kami juga mengingatkan agar tidak ada upaya pengalihan fungsi lahan, mengingat nilai sejarah kebun binatang ini sangat panjang,” ujar Ono Surono.

Virus Ganas Jadi Penyebab Kematian Harimau

Dalam pertemuan tersebut, BBKSDA Jawa Barat mengonfirmasi bahwa kematian dua anak harimau Benggala disebabkan oleh virus Feline Panleukopenia. Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian (mortalitas) yang sangat tinggi, terutama pada satwa keluarga kucing (felidae) usia muda.
Menyikapi hal ini, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jabar, Andri Hansen Siregar, menyatakan pihaknya telah menyiapkan skema baru jika kerja sama pengelolaan dengan Pemkot Bandung tidak berlanjut. Fokus utama BBKSDA saat ini adalah menjamin kesejahteraan satwa di masa transisi.

Dukungan Pemerintah Provinsi

Guna menjamin kelangsungan hidup satwa lainnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap turun tangan membantu penyediaan pakan setiap harinya. Selain itu, Pemprov juga berkomitmen untuk memperjelas nasib ratusan pegawai Bandung Zoo yang kini terdampak oleh konflik pengelolaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search