BANDUNG,– Pemerintah Kota Bandung tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan kebersihan kota. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa alokasi anggaran untuk pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hanya mencukupi hingga November 2026.

Krisis anggaran ini terjadi menyusul adanya kebijakan baru yang mewajibkan seluruh armada truk sampah beralih dari solar subsidi ke bahan bakar non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Perubahan jenis BBM ini secara otomatis meningkatkan biaya operasional pengangkutan secara signifikan.

Jadwal Pengangkutan Dipangkas

Guna menyiasati keterbatasan anggaran, Pemkot Bandung melakukan efisiensi dengan mengurangi frekuensi pengangkutan. Saat ini, truk sampah hanya beroperasi pada hari Senin hingga Kamis.

“Kita lakukan penyesuaian jadwal. Hari Jumat dan Sabtu sampah akan tertahan di TPS sementara, dan baru akan mulai ditarik kembali secara masif pada hari Senin. Hal ini terpaksa dilakukan karena biaya operasional yang membengkak,” ujar Farhan, Rabu (29/4/2026).

Situasi ini semakin mendesak mengingat adanya rencana pemerintah pusat untuk menutup seluruh operasional TPA di Indonesia pada Desember 2026. Hal ini menuntut Kota Bandung untuk segera mandiri dalam mengolah sampah di sumbernya.

Farhan menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah di tingkat RW dan kecamatan melalui metode Kang Pisman maupun pengolahan organik lainnya.

Sampah Mulai Menumpuk di Pasar

Pantauan di lapangan menunjukkan imbas dari pengurangan jadwal angkut ini sudah mulai terlihat. Sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di pasar-pasar tradisional mulai mengalami penumpukan, terutama saat akhir pekan, yang menimbulkan aroma tidak sedap dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan disiplin dalam mengurangi produksi sampah rumah tangga guna membantu meringankan beban pengangkutan kota yang kian terbatas.

READ  SDN 194 Sukajadi Gelar Expo Kokurikuler "Sampah Tanpa Ampas", Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search