GARUT, INFOINNEWS – Usai euforia perayaan Idulfitri, para pedagang sayuran di Pasar Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini mulai mengeluh. Pasalnya, aktivitas jual beli di blok sayuran tampak lesu dan jauh berbeda dibandingkan keramaian saat momen menjelang Lebaran lalu.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (4/4/2026), meskipun stok kebutuhan pokok melimpah dan harga relatif stabil, daya beli masyarakat menurun drastis. Kondisi ini membuat omzet para pedagang terjun bebas hingga 50 persen.

Harga Komoditas Relatif Stabil

Sejauh ini, harga berbagai jenis sayuran di Pasar Guntur belum menunjukkan kenaikan yang signifikan. Cabai merah saat ini dijual di kisaran Rp65.000 per kilogram, sementara cabai keriting berada di angka Rp25.000 per kilogram.

Untuk komoditas bawang, baik bawang merah maupun bawang putih, masih bertahan stabil di harga Rp28.000 per kilogram. Namun, stabilitas harga ini nyatanya tidak serta-merta menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

Keluhan Pedagang: Stok Melimpah, Pembeli Tak Ada

Suhartono, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Guntur, mengungkapkan bahwa stok barang kiriman dari petani saat ini sangat mencukupi. Namun, ia menyayangkan sepinya konsumen yang datang ke pasar pasca-Lebaran.

“Pendapatan menurun tajam, bisa sampai lima puluh persen. Barangnya banyak, tapi yang belinya lesu sekali,” ujar Suhartono saat memberikan keterangan.
Para pedagang memprediksi kondisi pasar yang sepi ini masih akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan, sembari menunggu roda ekonomi masyarakat kembali normal setelah pengeluaran besar di hari raya.

READ  Tekan Inflasi, Gerakan Pangan Murah di Kampung Sosial Sukabumi Diserbu Ratusan Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search