
Daftar isi: [Hide]
BANDUNG, INFOINNEWS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat memastikan bahwa sektor jasa keuangan di wilayah Jawa Barat tetap berada dalam kondisi stabil meski tensi geopolitik global antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus memanas.
Kondisi ini dinilai sebagai sinyal kuatnya fondasi ekonomi daerah dalam menghadapi tekanan eksternal yang saat ini mengguncang pasar internasional.
Indonesia Relatif Aman dari Guncangan Awal
Hingga pekan ketiga konflik berlangsung, OJK melaporkan belum terlihat dampak langsung yang signifikan terhadap kondisi ekonomi nasional maupun daerah. Indonesia dinilai memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap guncangan awal global kali ini.
Salah satu indikator utamanya adalah stabilnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) domestik. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak mentah yang melintasi kawasan Selat Hormuz, sehingga fluktuasi harga energi global belum menghantam sektor konsumsi secara langsung.
Kinerja Perbankan dan Investasi Tetap Positif
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi di Jawa Barat masih menunjukkan tren yang menggembirakan. Arus investasi terpantau terus masuk, kinerja ekspor meningkat, dan sektor riil masih bergerak sehat.
“Sektor perbankan pun masih sangat stabil. Pertumbuhan kredit nasional saat ini berada di kisaran sembilan persen, yang menandakan bahwa fungsi intermediasi perbankan masih berjalan dengan sangat baik untuk mendukung dunia usaha,” ujar Darwisman di Kota Bandung, Rabu (1/4/2026).
Langkah Antisipasi: WFH hingga Ketahanan Pangan

Meski kondisi saat ini terkendali, OJK tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi dampak lanjutan (second-round effect) dari konflik global tersebut. Kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Sebagai langkah antisipatif, OJK mendukung sejumlah kebijakan strategis pemerintah, di antaranya:
• Efisiensi Energi: Mendorong kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN untuk menekan konsumsi BBM.
• Efisiensi Anggaran: Pengetatan pengeluaran daerah yang tidak mendesak.
• Ketahanan Pangan: Memperkuat sektor pangan lokal guna mengantisipasi gangguan rantai pasok global.
OJK optimis, dengan sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal yang tepat, stabilitas sektor keuangan di Jawa Barat akan tetap terjaga di masa depan, meski gejolak global masih membayangi.








