BANDUNG, INFOINNEWS – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak nyata pada sektor industri di tanah air. Di Kota Bandung, harga biji plastik dilaporkan melonjak tajam hingga 100 persen, memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis bahan baku yang berkepanjangan.

Lonjakan harga ini tidak hanya memukul sisi produksi di pabrik-pabrik pengolahan, tetapi juga menciptakan efek domino hingga ke tingkat pedagang eceran dan konsumen akhir.

Harga Biji Plastik Tembus Rp60 Ribu per Kilogram

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga biji plastik yang semula berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, kini meroket hingga menyentuh angka Rp60.000 per kilogram. Kenaikan dua kali lipat ini terjadi dalam waktu yang relatif singkat seiring dengan terhambatnya jalur distribusi bahan baku impor.

Riska, seorang pengelola pabrik pengolahan biji plastik di Bandung, menyebutkan bahwa membengkaknya biaya produksi memaksa pihak pabrik untuk menaikkan harga jual ke pasaran.
“Kami dihantui kekhawatiran akan kelangkaan stok jika pasokan bahan baku tak kunjung normal. Biaya operasional naik drastis sementara permintaan mulai goyah,” ungkap Riska, Rabu (1/4/2026).

Daya Beli di Pasar Eceran Merosot

Kondisi sulit juga dirasakan para pedagang plastik di kawasan Jalan Suci, Kota Bandung. Kenaikan harga pada tingkat produsen otomatis berdampak pada harga plastik kemasan yang dijual ke masyarakat.

Dedi, salah satu pedagang plastik eceran, mengeluhkan sepinya pembeli sejak harga merangkak naik. Konsumen yang mayoritas adalah pelaku UMKM makanan mulai mengurangi jumlah pembelian karena keberatan dengan harga baru.

“Daya beli masyarakat merosot tajam. Banyak pelanggan yang kaget dan akhirnya membatasi pembelian karena harga plastik kemasan jadi sangat mahal,” ujar Dedi.
Harapan Intervensi Pemerintah

Para pelaku usaha, mulai dari skala pabrik hingga pedagang kecil, kini hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan. Intervensi untuk menstabilkan pasokkan bahan baku serta pengawasan harga sangat dinantikan agar sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) tidak semakin terpuruk di tengah krisis global.
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa solusi, dikhawatirkan akan banyak sektor usaha turunan yang bergantung pada kemasan plastik ikut terdampak dan terancam gulung tikar.

READ  Sosok Nurdini Prihastiti, Perempuan di Balik Batik Inklusif Dama Kara yang Terima Anugerah Puspa Bangsa 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search