
Daftar isi: [Hide]
MUZDALIFAH,— Setelah merampungkan prosesi puncak wukuf di padang Arafah, jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia, termasuk gelombang jemaah asal Indonesia, kini mulai memadati padang Muzdalifah, Arab Saudi, pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Kehadiran jutaan umat Muslim di kawasan ini adalah untuk melaksanakan rukun wajib haji, yaitu mabit atau bermalam.
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti hamparan padang pasir Muzdalifah. Berbeda dengan fasilitas di Mina maupun Arafah yang dilengkapi tenda pelindung, di tempat ini para jemaah haji harus bermalam di area terbuka tanpa sekat bangunan, beratapkan langit malam secara langsung, dan beralaskan karpet atau tikar sederhana.
Di tengah keterbatasan ruang fisik tersebut, para jemaah terlihat memanfaatkan waktu malam dengan memperbanyak ibadah ritual seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memanjatkan doa-doa terbaik. Selain itu, aktivitas utama yang dilakukan jemaah di Muzdalifah adalah berburu dan mengumpulkan batu kerikil yang nantinya akan dibawa untuk keperluan prosesi melontar jumrah di Mina.
Kondisi Fisik Jemaah Indonesia Terpantau Bugar
Berdasarkan pantauan langsung tim Media Center Haji (MCH) 2026 di lapangan, pergerakan arus jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah yang difasilitasi bus maktab berjalan relatif lancar meskipun volume kepadatan lalu lintas di jalur utama mengalami lonjakan tajam.
Fredi Hartanto, selaku Ketua Regu KBIHU Multazam Surabaya dari Embarkasi SUB 50, mengonfirmasi bahwa rombongan jemaah yang dipimpinnya berada dalam kondisi sehat walafiat dan dapat beradaptasi dengan baik terhadap cuaca malam gurun pasir.
“Alhamdulillah, rombongan dari Embarkasi SUB 50 sudah tiba di lokasi mabit Muzdalifah. Kondisi mental dan kesehatan fisik para jemaah terpantau bugar. Saat ini semua jemaah sedang fokus mengumpulkan batu kerikil sembari istirahat beralaskan tikar,” ujar Fredi saat ditemui di sela-sela aktivitas ibadah.
Fase mabit di Muzdalifah ini merupakan tahapan krusial dan bermakna spiritual mendalam sebelum esok hari menjelang subuh jemaah akan kembali bertolak menuju pemukiman tenda di Mina untuk menghadapi tantangan fisik berikutnya, yakni melontar Jumrah Aqabah. Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus mengimbau para jemaah, terutama lansia, untuk pandai menjaga ritme istirahat agar kondisi stamina tetap terjaga hingga akhir rangkaian ibadah haji selesai.








