MEKKAH,– Kota Suci Mekkah mulai dipadati oleh ribuan jemaah haji asal Indonesia yang bergeser dari Madinah. Data terakhir dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat, lebih dari 14.000 jemaah telah menempati hotel-hotel di berbagai sektor di Mekkah.

Setelah tiba dan beristirahat sejenak, para jemaah langsung melaksanakan Umrah Wajib sebagai bagian pembuka dari rangkaian ibadah haji mereka.

Terminal Syib Amir Jadi Titik Utama

Untuk mendukung kelancaran ibadah, jemaah memanfaatkan layanan Bus Shalawat yang beroperasi 24 jam. Terminal Syib Amir menjadi salah satu titik tersibuk, karena merupakan akses terdekat bagi jemaah yang tinggal di sektor-sektor besar untuk menuju pintu masuk Masjidil Haram.

Layanan Ekstra bagi Jemaah Lansia

Mengingat cuaca yang cukup terik dan fisik jemaah yang bervariasi, petugas Sektor Khusus (Seksus) Lansia dan Disabilitas telah disiagakan di titik-titik transit. Salah satu layanan utama adalah pendampingan penggunaan kursi roda untuk prosesi Tawaf dan Sai.

Iir Musripah, petugas Seksus Lansia di Terminal Syib Amir, mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri jika kondisi fisik menurun. “Kami siapkan tim untuk membantu mobilisasi. Jemaah diharapkan membawa perlengkapan pelindung panas dan selalu mengikuti arahan ketua rombongan,” ujarnya pada Senin (4/5/2026).

Jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan terus berdatangan ke Mekkah secara bertahap hingga seluruh kloter dari tanah air tiba untuk menyambut puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina mendatang.

READ  Kisah Mardijiyono, Petani 103 Tahun Asal Bantul yang Jadi Jemaah Haji Tertua Indonesia 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search