
Daftar isi: [Hide]
- 0.1Cita Rasa yang Lebih Gurih
- 0.2
KABUPATEN BANDUNG BARAT,– Inovasi kuliner di wilayah Bandung Raya seolah tidak ada matinya. Di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Perumahan Taman Firdaus, muncul varian kuliner unik yang menarik perhatian publik: Pempek Hitam.
Jika biasanya pempek berwarna putih, pempek buatan Umi Kalsum ini tampil beda dengan warna hitam pekat. Warna tersebut didapatkan secara alami dari tinta cumi-cumi segar yang dicampurkan ke dalam adonan daging ikan tenggiri.
Cita Rasa yang Lebih Gurih

Banyak pelanggan mengaku awalnya penasaran karena visualnya yang tidak biasa. Namun, setelah mencicipi, rasa gurih khas tinta cumi justru menambah dimensi rasa baru yang lebih kuat dibandingkan pempek pada umumnya.
“Teksturnya tetap kenyal, tapi rasanya jauh lebih gurih. Apalagi kalau sudah dipadukan dengan kuah cuko yang pedas mantap,” ujar Ahmad Fauzi, salah seorang pembeli setia, Senin (20/4/2026).
Umi Kalsum, sang pemilik usaha, menjelaskan bahwa dirinya telah berjualan pempek selama 14 tahun. Ide pempek hitam ini merupakan wujud eksperimennya untuk memberikan pilihan baru bagi konsumen agar tidak bosan dengan varian yang sudah ada. Dengan harga yang terjangkau, yakni Rp20.000 per porsi, usahanya kini kebanjiran pesanan hingga ke wilayah luar Bandung.
Menilik sejarahnya, pempek merupakan makanan hasil akulturasi budaya yang sudah eksis sejak zaman Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7. Awalnya dikenal dengan nama “Kelesan,” pempek merupakan perpaduan teknik olahan ikan masyarakat Tionghoa dengan bahan lokal seperti sagu yang melimpah di tanah Sumatra.
Kehadiran pempek hitam di Jawa Barat ini membuktikan bahwa nilai toleransi dan keberagaman dalam kuliner tetap hidup dan terus melengkapi kekayaan rasa nusantara hingga saat ini.








