Kabupaten Bandung, – Dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Bandung ke-385, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Kadiskominfo) Teguh Purwayadi, S.STP., M.Si mengatakan bahwa hari jadi ini merupakan momentum penting untuk penguatan ekosistem digital.
Kadiskominfo Teguh Purwayadi juga mengingatkan ancaman serius judi online atau judol kepada masyarakat Kabupaten Bandung, sehingga harus betul-betul dihindari. Warga harus lebih cerdas dalam memanfaatkan aplikasi digital melalui gadget mereka.
“Kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung. Ini momentum penting untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun daerah yang maju, termasuk dalam transformasi digital yang aman dan berpihak pada masyarakat,” ujar Kadiskominfo Teguh Purwayadi, Kamis 16 April 2026.
Pada tahun 2026 Diskominfo Kabupaten Bandung akan memfokuskan program pada penguatan ekosistem digital pemerintahan secara menyeluruh, mulai dari integrasi ratusan aplikasi, penguatan pusat data, hingga peningkatan kualitas SDM digital.
“Selain itu, penguatan keamanan ruang digital menjadi prioritas, termasuk dalam merespon maraknya praktik judi online atau judol yang semakin meresahkan. Kami memandang judol ini sebagai ancaman nyata di ruang digital. Oleh karena itu, kami mendorong pendekatan berbasis data melalui dashboard monitoring, sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat agar lebih tangguh dan tidak mudah terpapar,” ujar Teguh.
Sejalan dengan itu, lanjut dia, Diskominfo Kabupaten Bandung juga mendukung implementasi kebijakan pemerintah pusat terkait perlindungan ruang digital, termasuk Permen Komdigi RI nomor 9 tahun 2026 yang merupakan turunan dari PP TUNAS yang menekankan pentingnya tata kelola platform digital yang lebih bertanggung jawab. PP TUNAS menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ruang digital yang lebih sehat. Di daerah, Diskominfo menguatkan peran melalui literasi digital, pengawasan konten, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media dan komunitas.
Dalam aspek komunikasi publik, Diskominfo Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan satu narasi pembangunan melalui sinergi dengan media massa dan komunitas informasi masyarakat hingga tingkat desa.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dan produktif. Mari kita manfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan menjauhi praktik yang merugikan seperti judi online. Dengan kolaborasi semua pihak, kita bisa mewujudkan Kabupaten Bandung yang maju dan aman secara digital,” kata Teguh lagi.
Untuk penguatan ekosistem digital, lanjut dia, dimulai dari integrasi aplikasi, penguatan data center, hingga peningkatan kualitas SDM dan literasi digital masyarakat. Jadi digitalisasi harus berdampak langsung, bukan hanya sistem yang banyak tapi tidak terintegrasi.
Terkait judi online atau judol, Diskominfo Kabupaten Bandung melihat ini sebagai ancaman serius di ruang digital, maka pendekatannya harus komprehensif, tidak hanya penindakan tapi juga pencegahan.
“Kami telah membangun dashboard monitoring judol. Tak kalah penting Kami juga mendukung kebijakan pemerintah pusat Permen Komdigi RI nomor 9 tahun 2026 yang merupakan turunan dari PP TUNAS, yang pada prinsipnya mendorong tata kelola platform digital yang lebih bertanggung jawab. Ini penting agar ruang digital tidak dibiarkan bebas tanpa kontrol. Jadi Negara harus hadir di ruang digital, bukan hanya di dunia fisik,” tutur Kadiskominfo menegaskan.
Oleh karena itu, Teguh mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan teknologi, jangan mudah tergiur keuntungan instan dari judol, dan pastikan menggunakan internet untuk hal yang produktif.
“Kami berharap Kabupaten Bandung bisa menjadi daerah yang unggul dalam transformasi digital, dengan masyarakat yang cerdas, kritis, dan aman dalam memanfaatkan teknologi,” pungkasnya.








