
BANDUNG, INFOINNEWS– Suasana haru menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, saat jenazah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar tiba untuk dimakamkan secara militer pada Minggu (5/4/2026) pagi. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung prosesi penghormatan terakhir bagi prajurit yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan tersebut.
Jenazah tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB dengan kawalan ketat rombongan militer. Upacara pemakaman ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran petinggi TNI, tetapi juga sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Polkam Djamari Chaniago, Pangdam III/Siliwangi, serta Kapolda Jawa Barat.
Prajurit dengan Rekam Jejak Gemilang

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa Mayor Anumerta Zulmi adalah salah satu putra terbaik bangsa yang memiliki dedikasi luar biasa. “Almarhum adalah sosok prajurit dengan rekam jejak yang gemilang,” tegas Jenderal Agus usai upacara pemakaman.
Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanannya terhadap negara dan perdamaian dunia, pemerintah memastikan seluruh hak-hak almarhum akan diberikan sepenuhnya kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sosok ‘Family Man’ dan Teladan Kopassus

Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar gugur di usia yang tergolong muda, yakni 33 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seorang istri dan dua orang anak yang masih berusia balita (5 dan 1 tahun).
Lulusan Akademi Militer yang berdinas sejak tahun 2015 ini dikenal sebagai sosok “family man” yang sangat menyayangi keluarga. Di lingkungan militer, almarhum merupakan teladan bagi teman sejawat maupun juniornya di kesatuan elit Kopassus. Sebelum menjalankan misi di Lebanon, dedikasi Mayor Zulmi telah teruji lewat lima kali penugasan di medan konflik Papua.
Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih kini telah menyatu dengan bumi pertiwi, namun jasa dan semangat pengabdian Mayor Anumerta Zulmi akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi kedaulatan bangsa.







