BANDUNG,— Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memastikan bahwa rekaman video “teror penampakan pocong” yang belakangan ini viral dan memicu gelombang keresahan di tengah masyarakat adalah berita bohong atau hoaks. Pihak kepolisian menegaskan siap mengambil langkah hukum yang tegas untuk menjerat para kreator konten di balik pembuatan video tersebut.

Langkah cepat ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari warga di sejumlah daerah yang merasa panik dan takut akibat maraknya video bernuansa mistis tersebut di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa tim dari Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jabar telah melakukan investigasi mendalam terkait mencuatnya fenomena mistis digital ini. Hasilnya, polisi menemukan fakta bahwa seluruh video tersebut murni rekayasa komersial.

“Berdasarkan hasil penelusuran dari tim siber kami di lapangan, kami menemukan berbagai modus di balik penyebaran video teror pocong ini. Sebagian besar memanfaatkan manipulasi teknologi canggih Artificial Intelligence (AI) dan sebagian lagi merupakan aksi prank atau video setingan yang sengaja diproduksi oleh oknum warga,” jelas Kombes Pol Hendra Rochmawan di Mapolda Jabar, Jumat (29/5/2026).

Sengaja Buat Kepanikan Demi Mendulang Keuntungan

Hendra menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab dari para kreator konten tersebut. Menurutnya, motif para pelaku melakukan hal ini hanyalah demi mengejar popularitas instan serta mendulang akumulasi jumlah penonton (viewer) demi keuntungan finansial pribadi, tanpa memikirkan dampak psikologis sosial masyarakat.

Karena perbuatan tersebut dinilai telah memenuhi unsur pelanggaran hukum pidana berupa penyebaran berita bohong yang memicu keonaran dan kepanikan publik, Polda Jabar memastikan tidak akan tinggal diam. Petugas kini tengah melacak keberadaan para pemilik akun orisinal penyebar konten catur tunggal tersebut untuk diproses secara hukum.

Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta lebih selektif dan bijak dalam menyaring informasi visual yang beredar di internet. Warga diminta untuk segera melaporkan ke kantor polisi terdekat jika mendapati adanya aksi prank jalanan serupa yang mengganggu kenyamanan ketertiban umum di lingkungan mereka.

READ  Perwira Militer AS hingga China Ikut Trauma Healing Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
infoinnews.id

Live Search